Rindu Tanpa Batas

Rindu?

Mungkin bagi sebagian orang hanyalah sebuah kata kiasan semata sebagai pelengkap puisi cinta.

Lebih dalam mengenal arti kata “rindu”, mungkin akan membuatmu semakin sulit untuk menemukan arti yang sesungguhnya didalamnya.

Jauh dari apa yang pernah terpikirkan oleh setiap insan, sebuah rindu mampu mengartikan sejuta rasa yang hadir dan belum pernah ada.

Cinta yang dimaknai dalam rasa mungkin mampu sirna ketika rindu itu tak pernah terjaga. 

Cinta dan rindu? Apa hubungannya?

Keduanya hanyalah seberkas kata tanpa arti ketika cinta memudarkan peran rindu disetiap waktunya.

Mampu untuk terkatakan, bahwa cinta hanyalah “kepalsuan rasa” saat rindu mulai menjauh dan tak mengenal “kediamannya saat cinta disampingnya”.

Sejauh apapun jarak rindu, “dirinya” tak mengenal lelah akan sosok “cintanya”, namun saat cinta terbataskan “jarak”, rindu mula-mula terhapuskan dalam ingat.

-Cinta yang lahir dalam rindu memiliki ruang tak terbatas dalam sejuta rasa-

Iklan

Sejuta alasan untuk sebuah cinta

Banyak hal yang membuat kita dapat mencintai seorang kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Cinta yang lahir dari sebuah tatapan ataupun kata-kata belaka mempunyai makna tersendiri yang tersirat dalam diam atau bahkan hanya sebuah kebohongan semata.

Arti cinta yang sebenarnya takkan kembali pada maknanya ketika mencintai dengan sebuah kepura-puraan yang terjadi seperti apa adanya.

Pemahamanmu ketika cinta tak membutuhkan “alasan” itu adalah kebohongan terbesarmu untuk sebuah noda hati.

Hati takkan mampu luluh tanpa sebuah rasa, namun sebuah rasa akan luluh dengan sebuah “alasan” atas nama cinta.

-Serangkai kata alasan mungkin mampu mengartikan sejuta makna cinta, tapi sejuta cinta takkan mudah mengartikan sepenggal kata hati-

Tanpa kata dibalik hari esok

Keadaan yang terjadi hari ini mungkin akan terlihat baik-baik saja di hari esok. Tanpa sebuah perselisihan, pertengkaran, ataupun perkara yang mewarnai berakhirnya hari ini.

Apapun yang kita lakukan akan sebuah pencapaian, kadang membutakan setiap laku dan langkah yang mengiringinya. 

Dibalik senja yang mengawali pagi dan petang yang mengakhiri hari, semua terasa biasa saja tanpa sedikitpun rasa penyesalan. Terasa hampa tanpa apapun yang menjadi memoriam dari hari ini.

Seberkas goresan seakan menghilangkan makna hari ini dan menjadi luka yang kan membekas dihari esok.

Berjuta keajaiban yang memiliki kemungkinan tuk terjadi dihari esok seakan sirna dalam sekejap dengan sebuah kata yang kita anggap “biasa” namun menjadi penghapus keajaiban “luar biasa” yang siap menanti wujudnya dikala mentari mulai menampakkan cahayanya.

– Kita mampu mengubah dunia dengan sebuah “keajaiban”, namun sebuah “kata” mampu menghapuskan berjuta keajaiban –

Dibalik “Kesederhanaan”

Kisah yang sempurna adalah impian setiap jiwa yang menantikan cinta yang sesungguhnya. Disisi terluar dari hidupku pun menantikan dan memimpikan hal yang sama dengan berjuta sketsa kisah yang begitu sempurna.

Perjalanan yang begitu indah sering kali digambarkan dengan kisah tanpa cela, penderitaan atau bahkan kegagalan, dan satu arti dibaliknya adalah “kesempurnaan”.

Kemolekan tubuh, kecantikan akan paras dan kepribadian terdalam menjadi arti yang tak terpisahkan dari sebuah “kesempurnaan”.

Melalui cinta yang sempurna, aku telah dibutakan sekian lama akan penantian yang tak kunjung hadir mengisi bagian yang hilang dari hati ini. Terus berharap, mencoba dan akhirnya melepaskan harapan itu dengan kekecewaan yang membodohkan sisa hidup bertahun-tahun.

Apa yang tak pernah terpikirkan tentang romansa yang sesungguhnya, pada akhirnya datang begitu saja tanpa mengenal waktu dan alasan yang dipertanyakan.

Sosok yang telah lama ku kenal dalam diam, datang dan mengenalkanku dengan kisah yang sesungguhnya tak pernah ku bayangkan.

“Sederhana”, satu kata yang ku temukan dari sisi terdalam dirinya. Walaupun tak terlihat secara nyata oleh orang lain dan disadari olehnya, tapi sejujurnya dia mengajarkan ku sebuah kisah baru yang akan menjadi kisah yang tak terlupakan hingga semua kisah tiada lagi dipenghujung kisah hidup.

“Kesederhanaan” itu yang membuka lembar baru dan membuka pintu hati yang telah lama tertutup sangat rapat untuk mengenal insan lainnya. Dan kini hati pun jatuh dalam pelukan yang begitu sederhana menerima dan cinta pun terbangun dengan kisah yang begitu sedernana.

Kesempurnaan, takkan pernah ada tanpa “kesederhanaan”, dan “kesederhanaan” akan menjadi awal kesempurnaan yang abadi.

Salah atau Kesalahan

Setiap hal yang kita jalani dalam hidup ini memiliki pengertian dan maksudnya masing-masing. Apa yang tak mampu kita pahami terkadang menjadikan kita bertindak bodoh dan melakukan berbagai kesalahan berarti.

Apa sepenuhnya kesalahan itu adalah salah satu “salah” yang patut kita perbaiki untuk sebuah penyesalan?

Sesal, penyesalan yang berlarut seakan menjadi bom waktu yang membunuh secara perlahan.

Jiwa yang bersalah, hati yang penuh sesal, dan raga yang penuh penyesalan adalah bagian terburuk dari sebuah “salah”.

Perbedaan Takkan Mampu Menyatukan

Ketika pertama kali kita bertemu dalam sunyi, keraguanku adalah bagian terbesar yang menutup keinginanku untuk menyapamu. 

Semakin jauh dalam tatapanku, semakin mendalam pula rasa penasaranku terhadapmu yang seakan mengalahkan keraguanku dalam sejenak.

Tak pernah terbayang dalam benakku untuk menjadikan pertemuan ini tuk terulang kembali dan meyakinkan perasaan yang sempat membuatku seakan ingin lebih tahu akan dirimu.

Entah ini sebuah kebetulan atau rahasia ilahi, dalam situasi yang sama kita dipertemukan kembali dan seakan ini adalah pertemuan yang membuatku semakin yakin dengan hatiku untuk menyapamu.

Terhancur dalam sejenak harapanku akan sapaan pertama darimu, diam dalam keramaian, tersentak seribu bahasa, ketika kau menolak salamku dengan senyum dan nyaman. Perbedaan yang membatasi kita seakan sulit untuk dipercaya dalam nyata.

Bertanya dalam hati, “kenapa perbedaan ini harus ada dan terjadi?”. Pertanyaan yang mungkin sulit untuk terjawab dan mungkin takkan pernah ada jawabannya.

Ku tutup pertemuan ini dan ku jadikan hari indah tanpa keindahan.

Diam dalam Nyata

Demi dan nama cinta, penyesalan terdalam yang mungkin tak terlupakan adalah mengabaikanmu dalam rindu. Keegoisan yang tak mampu ku palingkan dalam sendu membuatku semakin tersakiti dengan perasaan yang coba ku bohongi dalam nyata. 

Kataku terhadap dunia seakan membuatku semakin terlihat bodoh dengan perasaan yang sesungguhnya. Waktu dan keadaanlah yang harus menjadikan perasaan ini tersimpan dalam sebuah misteri yang entah kapan akan menjadi kata “KITA”.